4 Hal Yang Disembunyikan Oleh Kontraktor Rumah

Hal Yang Bisa Mengganggu Pekerjaan Kontraktor


Barusan saya menemukan tulisan yang membahas 4 hal seperti judul diatas, menarik untuk dibahas karena tulisan ini menerangkan secara singkat beberapa hal yang jarang diketahui pemilik bangunan dari luar tetapi bisa membuat kontraktor kesulitan di lapangan, yang efeknya bisa kena ke kualitas dan mutu pekerjaannya juga.

Kebetulan juga ke 4 poin tersebut kita juga pernah alami, jadi ya kita ikut share saja sekalian.

Pertama-tama saya copas dulu tulisannya dibawah ini, lalu kemudian saya bahas sedikit setelahnya.

Ditulis oleh Rani Hardjanti, seorang jurnalis dari salah satu website berita di Indonesia.
==========================================
1. Kontraktor tidak akan menggunakan orang Anda

Sebagai contoh, Anda akan membangun rumah. Namun Anda ingin menggunakan jasa teman yang ahli tukang ledeng. Nah, yang perlu Anda pahami adalah kontraktor pada dasarnya adalah fasilitator di tengah kelompok besar. Mereka memiliki jaringannya sendiri yang memiliki standar kualitas tertentu. Hal itu tentu akan membuat kinerjanya maksimal, ketimbang adanya orang baru dengan ritme kerja yang berbeda.

2. Kontraktor menghindari menggunakan materi lama

Jika Anda mempertahankan jendela atau kitchen set lama, tentu itu akan meminimalisir bujet. Memperbaiki barang kuno menjadi sesuatu yang baru merupakan salah satu penghematan.

Namun, ada kalanya kontraktor tidak berpikiran seperti itu. Barang lama dengan kualitas tertentu terkadang membuat pengeluaran lebih besar. Pemilik rumah terkadang tidak memahami dampak implikasi barang tua tersebut jika Anda gunakan dalam jangka panjang ke depannya.

3. Mereka memiliki tim yang kompak

Sebagai klien, Anda sangat berharga. Tidak hanya sebagai sumber pendapatan, tetapi Anda juga merupakan marketing dari mulut ke mulut jika hasil yang didapat memuaskan.

Tetapi, sebenarnya Anda hanya bagian kecil dibandingkan dengan hubungan mereka dengan pedagang. Kontraktor mungkin kenal Anda selama dua bulan, tetapi mereka mengenal orang-orang mereka selama bertahun-tahun.

4. Menghindari pekerjaan ekstra

Biasanya pemilik rumah curiga bahwa dengan kontraktor mengulur-ulur pekerjaan, dan mengincar pekerjaan tambahan dengan tambahan biaya.

Sementara kontraktor yang beretika menghindari hal ini. Misalkan, saat pengerjaan Anda memiliki ide tambahan untuk mempercantik sudut ruangan. Itu hak pemilik rumah. Namun kontraktor lebih senang bisa menyelesaikan pekerjaan dimaksudkan sesuai perjanjian awal.
==========================================

Poin nomor 1 Kontraktor tidak akan menggunakan orang Anda, kualitas dan ritme, kejadian di kita adalah tukang listrik. Untuk masalah harga kurang lebih sama, tetapi karena si fulan tersebut kebetulan bawaan dari pemilik untuk penyampaian perintahnya agak terkendala. Cara kerja dia kebetulan berbeda dan ketika diminta untuk bekerja sesuai ritme kita yang bersangkutan menolak karena dia merasa tahunya ke pemilik saja/atau merasa lebih.



Masalahnya kalau terjadi kesalahan kan pihak kontraktor yang bertanggung jawab? Anggota tidak bisa sejalan tetapi ketimpaan tanggung jawab. Untungnya waktu itu tidak terjadi masalah pada pekerjaan instalasi listriknya, tetapi ya sama, kita pun jadinya enggan bila 'ketitipan' anggota baru dari luar.

Poin nomor 2 Kontraktor menghindari menggunakan materi lama, kalau batas waktu pekerjaan yang longgar ini nyaman-nyaman saja, kalau sebaliknya memang bisa jadi masalah. Materi lama biasanya harus diperbaiki, dibersihkan, dimodifikasi agar cocok bersanding dengan suasana yang baru. Kalau beli baru ya tinggal pasang saja atau di sub kan ke ahlinya, waktu kerja bisa cepat dan  kontraktor bisa lebih fokus pada pekerjaan-pekerjaan utama.



Contoh yang pernah kejadian di kita adalah kusen, kebetulan bangunan lama kusennya dari kayu jati dan ingin dipakai ulang. Kasusnya, ukuran pintu dan jendela harus dirubah agar sesuai dengan ukuran yang baru. Perlu ada potong sana sini, dan stel ulang, harga bisa lebih murah sedikit tapi imbasnya waktu kerja jadi molor.

Poin nomor 3 Mereka memiliki tim yang kompak, khususnya kepada hubungan pemasok/toko dengan kontraktor. Untuk barang yang kecil-kecil, murah, sedikit dll tidak masalah ambil dari sumber disekitar lokasi. Tetapi untuk yang mahal, penting, utama dll pastinya kontraktor butuh keamanan, ambil dari yang sudah dipercaya atau terjalin hubungan baik selama ini.



Dari harga mungkin beda sedikit, tetapi lebih kepada kenyamanan dan kemudahan dalam pemesanan. Kalau sudah lama kenal, tidak perlu taruh uang jaminan, bisa bayar mundur dsb, sehingga misal dilapangan sedang tidak ada kas kita bisa tetap ambil barang dulu dan terus kerja full speed tanpa harus menunggu turunnya dana yang berikutnya dari pemilik.

Poin nomor 4 Menghindari pekerjaan ekstra, pengalaman kita selama ini untuk pasar custom house yang memang akan ditempati sendiri oleh pemilik pasti ada pekerjaan tambahan. Pemilik nanti dengar komentar dari teman, tetangga, saudara, baca majalah, lihat di jalan dll dsb, pasti jadi 'panas' ada saja ide baru yang muncul.



Beda cerita kalau bangunannya untuk dijual atau disewakan, pasti pekerjaan tambahan menjadi sangat tabu. Jadi ya tergantung fungsi dan tujuan bangunannya juga untuk apa. Yang penting adalah kontraktor tetap menjaga kualitas dan pemilik paham benar implikasi dari pekerjaan tambahan tersebut, baik penambahan biaya dan utamanya sekali penambahan waktu kerja.

Kunjungi juga website resmi CGA untuk mengenal lebih jauh tentang kami.

Terimakasih



No comments:

Post a Comment

Tulisan anda akan di moderasi oleh admin.

Renovasi Rumah Tinggal, Karasak Utara, Bandung

Dokumentasi April 2018 Renovasi rumah tinggal di Karasak Utara, Bandung Item pekerjaannya berupa renovasi rumah tinggal, sebelumnya suda...